percikan buku

N335. * Suara-mu? *


url : http://www.kemudian.com/node/228910
N335.   *   Suara-mu?   *

mendadak angin suri
seusai jejak terhapus dari muka bulan

jika engkau berkata :
detik itu aku berlari
dalam sudut-sudut mati
kau biarkan aku terhanyut
dan pergi

itu bukan suaramu
yang bergetar dari dinding bening

kukumpulkan semua pagi
adakah yang kulewati
tanpa bias imaji saat kita bermimpi
kukemasi semua malam
apakah sempat kutuliskan lirik asing?

pintu satu-satunya
dan kunci yang kukirimkan lewat angin
apakah tak mengguratkan rindu barang setitik?

dan engkau lalu
hanya gema tak teryakini
meluruh di permukaan-ku
sepotong senyum di ujung dini
tentang beberapa waktu ke depan
bukankah kauminta aku menunggui?

mana
suara-mu…

tag : kehidupan memerih tanpa pesan
sent : Bekasi. 12 Maret 2009.

dan ini @};-……:(

Selingkuh Itu….( Sesi : Keterbukaan>>>Prioritas )


Wednesday, 17 December, 2008

Selingkuh Itu….( Sesi : Keterbukaan>>>Prioritas )

Nah ini tentang selingkuh versi sampai enegnya :D Jadi siap-siap ya sediakan kantong plastik kresek…:P

Kita lihat dulu dari makna katanya : selingkuh >>>suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri , tidak berterus terang, tidak jujur, curang, serong.

Kata menyembunyikan, dilihat dari asal kata sembunyi yang berarti : suatu keadaan atau kondisi yang tidak ingin terlihat/kelihatan oleh karena suatu alasan tertentu.
Pada kasus selingkuh, jelas alasan utama ketersembunyian itu adalah karena si pelaku selingkuh merasa perlu untuk membela kepentingan pribadinya.
Mari kita simak cerita berikut :

Anton dan Isna sudah berpacaran kurang lebih 3 tahun, dan sedang dalam masa persiapan pernikahannya. Anton adalah seorang pengusaha muda yang sedang menanjak karirnya di bidang perdagangan aksesoris handphone. Dia seorang importir muda yang banyak menghabiskan waktunya di kantor dengan bisnisnya. Sedangkan Isna adalah seorang sales eksekutif di salah satu produsen mobil terkemuka di tanah air. Dan Isna adalah pemegang rekor penjualan tertinggi se Indonesia. Mereka berdua bertemu ketika kantor Isna sedangn mengadakan launching perdana mobil keluaran terbaru dan Anton menjadi klien sekaligus pembeli pertamanya.
Sejak pertemuan itu, mereka berpacaran. Dan sampai kemudian mereka berdua yakin untuk melanjutkan hubungan serius. Mereka sudah banyak melakukan kesepakatan, mulai dari berapa biaya yang mampu mereka keluarkan sampai dimana dan seperti apa kelak pesta pernikahan. Ya, tinggal 2 bulan lagi mereka sampai di hari H.
Hari-hari mereka berdua terasa mendebarkan dan menebar senyum selalu…sampai suatu hari, saya menerima telpon Anton yang minta bertemu saya segera.

Kami duduk di meja cafe yang paling sudut, di dekat kolam yang penuh
dengan ikan warna-warninya. Anton tampak menahan kegelisahannya.
“Kami bertengkar hebat! Mungkin lebih baik batal saja pernikahan itu!”
” Aku kurang apa sih, Jorna?” Anton membuka diskusi.
Lanjutnya : ” Bisa ya, kami yang tinggal menunggu tanggal mainnya doang, jadi gini? Bisa-bisanya Isna jalan lagi ama mantannya?? Okelah waktu itu kuberi ijin sekali, karena alasannya masuk akal, jangan memutuskan tali silahturahmi. Tetapi kok jadi keterusan silahturahminya?? Bahkan mulai berbohong padaku demi ketemuan dengan mantannya itu! ” Wajah Anton menegang.
Saya tersenyum sambil berusaha menenangkannya. Setelah saya minta Anton mengeluarkan semua ganjalan hatinya.
Ini hasil analisanya, secara saya adalah konsultan khusus percintaan :

“Aku kurang apa sih?”
Ini kalimat populer di areal percintaan, ketika perjalanan cinta sudah mulai berhambatan.
Pada sisi pandang Anton, dia berpendapat bahwa apa yang sudah dilakukannya untuk Isna adalah yang terbaik. Terbaik di mata Anton. Mungkin Anton lupa untuk coba merenungkan ulang dengan pikiran dan hati dingin, ketika Isna mulai berbohong : mengulang-ulang pertemuan dengan mantannya dengan dalih silahturahmi. Atau jika memang mengalami kesulitan untuk menganalisa, bukankah lebih baik menemui konsultan? (seperti menemui saya -red :D)
Dan Anton bertindak tepat, tidak hanya berkutat pada tanya “aku kurang apa sih” tetapi dia datang pada saya untuk berkonsultasi.

Yuk kita cari tahu, kenapa Isna mengulang terus pertemuan dengan mantannya. Keputusan Isna untuk berani berbohong di saat pernikahan tinggal menunggu waktu, yang cuma 2 bulan, tentulah dilandasi satu kepentingan yang amat kuat.
Saya garis bawahi : kepentingan yang amat kuat.
Secara umum kita akan berpikir, mungkin nostalgia dengan mantannya? Kendati ada yang berpendapat : Ngapain lagi sih pake nostalgia segala?
Jika sekali waktu saja dan tidak berbohong, mungkin hanya sekedar nostalgia.
Sekarang kita lihat : Isna mengulang pertemuan dengan membohongi Anton, menyembunyikan maksud untuk kepentingan pribadi, jadi ini masuk kategori selingkuh! (bukan sekedar nostalgia lagi). Mungkinkah Isna tidak menemukan sesuatu yang ada pada Anton? Dan itu adanya di mantan kekasih Isna? Ya, pasti ada yang Isna masih butuhkan pada diri mantannya. Kita tidak akan mencari detail kebutuhan Isna itu, tetapi kita akan melihat kualitas dari kebutuhan itu. Pasti kebutuhan ini punya kualitas tinggi/prioritas, sebab Isna tetap mengejar ini walau harus mengambil resiko besar dengan melakukan perselingkuhan, apalagi justru pada momen yang seharusnya Isna sudah tak lagi terlanda momentum seperti ini…
Bayangkan, ini terjadi di saat 2 bulan menjelang pernikahan!
Dan jawaban yang muncul dari Isna adalah : “Maaf Mas, aku ternyata masih terhanyut dengan masa-laluku…”

Jadi, kenapa terjadi selingkuh?
Jelas ada yang kurang pada pasangan utamanya, kebetulan kekurangan itu ada pada sosok lain yang otomatis akan disembunyikan demi kepentingan pribadi :D salahkah selingkuh?
salah–>>untuk pihak pasangan utamanya : pacar/suami/istri.
benar–>>untuk peselingkuhnya.
Lalu solusi?
Saran saya pada Anton adalah :
1.
Coba evaluasi lagi target utamamu dalam menjalankan hubungan yang sudah terjalin dengan pacar/calon mempelaimu, dan lakukan ini sendirian dulu. Setelah oke, lanjut ke…
2.
Cari tahu apa latar belakang Isna melakukan perselingkuhan dengan mantannya. Bicarakan ini berdua secara jujur terbuka dengan Isna.
Ajak pergi ke tempat biasa kalian bisa merasa nyaman berduaan.
Di kenyamanan yang sudah mulai terbentuk, mulailah perlahan mengaji-ulang perjalanan cinta kalian yang sudah tinggal 2 bulan lagi akan terwujud dalam ikatan suci pernikahan. Urai satu demi satu keniatan kalian berdua yang mengantarkan kalian ke kesepakatan menikah. Kekurangan apa yang masih terasa mengganjal, bukalah dengan kejujuran. Pada kasus ini, tanyakanlah lebih  mendalam, kebutuhan apa yang membuat Isna sampai bertindak “nekat” berselingkuh. Kebutuhan yang ada pada jejak masa-lalu Isna yang ternyata mungkin Isna sendiripun terkejut menyadarinya, kok masih ada, dan mampu membuatnya berselingkuh.
Kearifan Anton amat diperlukan saat ini, bantulah Isna dengan mengurai kebutuhan masa lalunya ini.
Apapun hasilnya, logika sangat berperanan penting untuk mendapatkan hasil terbaik dari pembicaraan itu.

Lalu, saran untuk Isna :
Luangkan waktu pribadi untuk segera merespon sikon ini. Lakukan sendiri dulu, setelah matang baru bicarakan dengan pasangan yang bersangkutan.
1. coba evaluasi lagi target/kebutuhan utamamu dalam menjalankan hubungan yang sudah terjalin dengan pacarmu.
2. evaluasi juga target/kebutuhanmu terhadap selingkuhanmu ini.
3. saatnya logika bekerja : lihat ke alam nyatamu. jika terjadi perubahan pun akan tetap yang terbaik yg akan kamu putuskan (misal jadi milih selingkuhanmu pada akhirnya  )

Pesan : Akan lebih baik batal menikah, walau bahkan tinggal mengucap ikrar di momen peneguhan pernikahan daripada memaksa menikah sementara pikiran sudah terbelah. Bayangkan jika batal menikah alias cerai ketika kalian sudah punya anak, mereka akan jadi korban tak bersalah…menambah dosa berlimpah.


bersambung
di : Selingkuh Itu….( Sesi : Memahami Kebutuhan Prioritas Pribadi. )

—————————————————–
terposting di : Saturday, 10 January, 2009
http://www.perfspot.com/blogs/myblogs.asp
http://marikupandu.blogspot.com/
http://en.netlog.com/jornabae/blog/blogid=3025151
—————————————————–

*Bapak dan kamu(Tentang : Kesedihan)*


*Bapak dan kamu(Tentang : Kesedihan)*

jangan kelewat sedih,nak
jika kau tak bertemankan di muka bumi ini
bolehlah sedih sebab kesedihan ini masih harus kauprosesi
tetapi bila waktuNya tiba nanti
kamu hanya akan tersenyum geli
mengingat perjalanan lalu liku-mu
dan disanalah kamu akan semakin sadari KebesaranNya
betapa Dia begitu tak terjangkau oleh apapun yang ada pada kita…:D
begitu detil begitu pernik
penuh komplikasi variabel
tetapi pada titikNya
Dia akan menyatakan kepada kita
dengan CaraNya Sendiri
…..
kesedihan yang tengah kaurasakan
adalah bagian dari mayoriti ketubuhan-mu
dan sebagiannya lagi pertumbuhan jiwa-mu
lalu yang lainnya ( masih sebagian kecilnya )logika-mu…
yang perlu kauwaspadai adalah ketika logika-mu membesar kelak
kejumawaan pikir bisa menjadi dominan
dan seringkali kita bisa jadi kelupaan
menggunakan kekuatan pikiran kita
me-manusia-kan Tuhan : menganggap Dia seperti yang kita pikirkan…kirakan…
lalu logika-mu akan mereka-reka sikap dan perbuatan apa sajakah yang akan dapat menyenangkanNya?
sadarilah,nak
pikiran kita sangat amat terbatas
oleh karenanya kita jadi menempatkan Tuhan
ke dalam rongga kepala kita
sebatas pikiran kitanya saja
ya ke otak kita yang hanya seberat 1200gram
dan konon hanya berfungsi 30%nya saja!!
( menempatkan Dia ke 400 gram otak kita??? pantaskah,nak??? )
sedangkan Dia lebih jauh lebih jauh lebih jauh…
tak ada satu parameterpun yang bisa menjangkauNya
( maka kita menyebutNya : Maha Segalanya )
…..
maaf ya nak…seperti sudah tradisi
bapak cenderung melantur jika bercerita padamu :D kembali ke kesedihan…
kenapa kita bersedih?
marilah kita mulai dengan mencari apa penyebab kita alami kesedihan?
pada kasus-mu : kamu tak punya teman yang bisa nyambung…sudah berbagai komunitas pemikiran kamu jelajahi…tapi belum satupun yang mampu memuaskan pergolakan pikiran-mu ( kecuali bapak ya,nak :P )
oya khususnya berapa cewe yang sudah kaukenali…kau dekati ( istilah-mu : kauscan :D )?
kalau tidak salah kamu pernah bilang : dua ratus delapan ribu delapan ratus duapuluh empat kan?
dan belum satupun yang membuat-mu tidak marah padaNya…
kenapa kamu marah? kamu sedih karena belum menemukan mimpi-mu ini ( kau sadari kemudian kamu hanya memaksakan mimpi kepada mereka semua )
sebab…
keinginan-mu tidak terpenuhi
maka rasa sedih ini muncul…
padahal kalau kamu sudah bisa cenderung positif-thinking maka mungkin kamu akan berpikiran seperti ini :

————–bersambung—————-

*Bapak dan kamu ( Tentang : Memaksakan Mimpi)*


ada gejala yang masih bapak coba definisikan dengan tepat.
untuk menamainya saja bapak masih belum merasa sreg.
awalnya masih tetap sama,bersumber pada kebutuhan…
lalu mewujud menjadi keinginan sedangkan keduanya sangat dipengaruhi
oleh “jejak” dalam memori otak kita.
jejak itu terbentuk dari lingkungan awal pertumbuhannya.
dan kebutuhan ada berawal dari hakiki/takdir kita tercipta.
ini masih semacam benang kusut yang masih terus bapak cari ujungnya
dan mencoba mengurainya kemudian…atau mungkin lebih tepatnya,seperti semacam lingkaran yang bapak coba cari ujungnya,
padahal lingkaran itu tidak mempunyai sambungan sama sekali…:D
kenapa nak? puyeng kah?
huhuhuhuhuhuh…:P
…..
bapak mau cerita tentang diri bapak sendiri.
jika bapak seperti ayah pada umumnya
seorang ayah yang membutuhkan rasa hormat dari para anggota keluarganya…butuh menjadi orang nomor satu di keluarganya…
butuh pengakuan dari tetangga,saudara,dan koleganya.
seorang ayah yang narsis : beranggapan bahwa apa yang terbaik baginya
tentu akan menjadi yang terbaik pula jika diterapkan pada anak2nya.
maka bapak akan secara sadar atau tidak :
memaksakan mimpi terhadapmu,nak.
bapak seorang penulis dan dengan menulis,bapak menjadi dewasa serta
memiliki kehidupan finansial yang berkecukupan.
untuk memenuhi kebutuhan berkuasanya bapak,kamu akan bapak sekolahkan ke fak.sastera…dan bapak mulai menyuruhmu membantu bapak untuk menuliskan satu per satu ide2 yang terus bermunculan ini.
sekali dayung 2-3 pulau terlampaui…
bapak terbantu pekerjaannya dan sekaligus buat melatihmu,
tanpa peduli kamu suka atau tidak.
dan oleh sebab faktor narsisisme :
bapak yakin kamu akan mempunyai kehidupan seperti bapak kelak.
( bapak terpenuhi semuanya…bapak merasa eksis dan bahagia)
lalu kebutuhan akan pengakuan eksistensian bapak dari lingkungan keluarga tetangga dan kolega juga akan otomatis terpenuhi : semua orang akan
mengacungkan jempol pada bapak karena telah menjadi orangtua yang berhasil mendidik anaknya…:D
apakah kamu setuju dengan pendapat ini,
dan kamu akan ikut mengacungkan jempol pada bapakmu ini?
…..
seberapa mayoritaskah orangtua yang memiliki pemahaman tentang anaknya?
tentang dunia anak-anak yang jelas berbeda dengan dunia dewasa.
walau juga kita sering mendengar ungkapan dan slogan tentang keduniaan anak, tetapi kenapa dunia dewasa masih terus memagarkan kasih dengan persepsi dewasa para egonya. ( contoh : bapakmu sendiri yak? )
tetapi benar pahamkah…
bahwa seorang anak ternyata memiliki suratanNya tersendiri.
punya memori otak sendiri yang bapak sebagai orangtua ikutan membentukinya.

———————–bersambung————————-

“Dalam Bus Yang Tengah Melaju”



"Dalam Bus Yang Tengah Melaju"

Tentang : ketidakberdayaan. (kata-mu)

Cukup memeras pikiranku, untuk menjelaskan ke kamu. Aku jenuh dengan keluhmu selalu tentang rasa tidak berdayamu, atas deraan kehidupan yang harus kaulalui.

Berulang kali kukatakan, tidak hanya diri-mu, semua orang mengalami masing-masing "deraan"nya. (btw : aku lebih suka mengganti kata "dera" dengan "tempa")

Tentang ketidakberdayaan, ya akhirnya kutemukan gambaran yang pas menurut-ku. Semoga nanti kamu akan bisa mencernanya dengan mudah dan senyumlah selalu, hehehe ini penting, untuk bangkitkan kekuatan diri.

Nanti akan kuajak kamu naik bus. KIta pilih jalur nyaman yak, busways :D  Agar suasana sejuk dalam bus bisa membantu membuka pikiranmu.  Mari…

Kita mulai dari…waktu.  Waktu kita masih AKAN membeli tiket, kita masih punya beberapa pilihan, seperti : kapan kita akan membeli, atau menunda keberangkatan, bahkan membatalkan rencana untuk pergi dengan naik busways dan ganti pilihan naik taksi, dstnya. Semua ini masih bisa terserah pada kita untuk memutuskan apa.  Gimana? Sudah masuk ke situasi pikir ini?

Baik, kita lanjutkan ke waktu SUDAH membeli tiket dan sedang ada dalam masa menunggu busway berhenti menjemput penumpang di halte ini.  Dalam kondisi ini, kita pun masih bisa memutuskan untuk batal naik ke dalam bus, sesaat bus sudah datang membuka pintu otomatisnya. Lalu terserah kita, mau pulang atau nunggu ditegur petugas haltenya :P

Nah ini poinnya. Adalah waktu kita SUDAH ada dalam bus yang tengah melaju. DI kondisi ini, kita hanya punya pilihan pastinya. Tetap duduk sampai di tujuan dan berarti kita MENYERAHKAN keinginan pribadi kita selama ada dalam bus yang tengah melaju ini. Boleh dikatakan, keinginan kita pada saat ini tergantung pada pengemudi busnya. Atau, kita memutuskan untuk berhenti dan turun di halte pertama di depan sana, dan kita batalkan rencana awal kita untuk sampai ke tujuan.

Yang ingin kugambarkan kepada-mu, adalah "bagaimana rasa tidak berdaya" yang sebenarnya (ideal) yang kita ALAMI pada saat kita ada dalam bus yang tengah melaju. Bahkan jika berpikiran negatif, kita bisa sampai di pikiran bahwa nyawa kita sesungguhnya terletak di kedua tangan sang pengemudi busnya, di stang kemudi bus : wow!!

Nah, sekarang tinggal tugas-mu, untuk merenungkan pengalaman kita naik busways. Jangan cuma ingat sejuknya dalam busways, yak! Tetapi segera bandingkan sikon yang kamu alami selama dalam bus melaju tadi dengan sikon keseharianmu. Seperti sikon karirmu, yang tiap tahun gonta-ganti bos…siapa tahu, sebenarnya yang bermasalah adalah diri kita sendiri. Ternyata selama ini kita belum bisa beradaptasi dengan baik ke lingkungan hidup kita. Seperti kita menuntut dunia sekitar harus bisa memahami diri kita, tetapi kita sendiri tidak melakukannya terhadap lingkungan hidup kita. Tak bisalah hidup bersosialisasi hanya searah. Dan…hidup ini baik-baik saja kok, deraan hanyalah pola berpikir negatif kita dalam menghadapi dan menjalani peran kita dalam kehidupan ini.

Sekian dulu? Nanti kuceritakan tentang "pola berpikir" Mari…semoga bermanfaat.

Salam.